jump to navigation

Terdiam Disudut Kehampaan 10 Des 2008

Posted by siswaku in Puisi.
trackback

Terdiamku di sudut ke hampaan
Kau berada tepat di depan
Tapi dekat jarak ini menjadi dinding penghalang
Karena tak pernah bisa ku ungkap rasa yang hilang

Wahai kau yang meluluhkan hatiku
Kau cairkan hati begitu cepat
Mengapa hanya hati yang bicara
Kau buat hilang logika yang kupunya

Kau membuatku tak karuan
Dalam kehidupan yang telah kususun dengan indah
Kau datang dengan impian
Dan kau bermain didalam perasaan

Tapi tak sedetikpun kau hiraukan
Hati ini yang terus mengharapkan
Impian, rasa ini terlalu indah
Kenyataan terlalu pahit kenyataan

Kau yang terus kupuja
Tak adakah sedikit rasa
Untuk diriku yang sedang merana
Menanti kasih yang tak kunjung tiba

Gustina

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: